UAS - PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI KAMPUS MILENIAL ITBI
-Model matematik Mencakup model-model yang mewakili situasi real sebuah sistem yang berupa fungsi matematik
2.-Memberikan bahasa dan referensi yang sama antar sesame professional jaringan
-Membagi tugas tugas jaringan ke dalam layer layer logis demi kemudahan dalam pemahaman
-Memberikan keleluasaan fitur-fitur khusus pada level-level yang berbeda-beda
3.-Komponen Input
Hal-halyang masuk dalam komponen input ini meliputi kumpulan data-data. Dalam komponen ini, harus ada semacam metode serta media untuk mengumpulkan data-data yang nantinya akan diolah menjadi informasi. Data yang akan dimasukkan bisa berupa dokumen-dokumen dasar.
-Komponen Model
Selanjutnya, sistem informasi juga membutuhkan komponen model. Komponen yang satu ini terdiri dari kombinasi antara prosedur, logika, serta model matematik yang berfungsi memanipulasi dan mengolah data input atau data yang tersimpan. Setelah melalui komponen ini, diharapkan data yang diolah akan menghasilkan keluaran atau informasi yang diinginkan.
-Komponen Output
Setelah melalui komponen model, data atau informasi keluar melalui komponen output. Dalam komponen output, informasi yang keluar sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Semua pemakai sistem bisa menggunakan data yang berkualitas tersebut.
-Komponen Teknologi
Teknologi menjadi semacam tool box dalam sebuah sistem informasi. Teknologi ini digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan sekaligus mengakses data, menghasilkan keluaran, hingga membantu pengendalian dari seluruh sistem. Teknologi yang canggih adalah modal utama sebuah sistem.
-Komponen Hardware
Hardware atau perangkat keras berfungsi untuk alat penyimpanan informasi. Hardware adalah tempat menampung database untuk memperlancar kerja sistem informasi.
-Komponen Software
Software atau perangkat lunak merupakan tempat yang berfungsi untuk mengolah, menghitung, sekaligus memanipulasi data. Software mengambil data dari hardware untuk menciptakan sebuah informasi berkualitas.
-Komponen Basis Data
Seperti namanya, basis data merupakan data-data yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kumpulan data ini tersimpan di perangkat keras. Data tersebut kemudian diolah di perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Data di basis data perlu diolah sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan informasi yang berkualitas. Pengorganisasian basis data yang bagus dapat bermanfaat pula untuk efisiensi kapasitas penyimpanan. Basis data ini bisa diakses atau diolah melalui perangkat lunak yang disebut dengan Database Management System (DBMS).
-Komponen Kontrol
Komponen terakhir yang harus ada dalam sistem informasi adalah komponen kontrol. Dalam sebuah sistem, ada banyak faktor yang berisiko untuk merusak sistem informasi. Faktor-faktor seperti bencana alam, temperature, debu, hingga kegagalan dalam sistem berpotensi merusak sistem informasi. Untuk itu, kamu tetap membutuhkan pengendalian untuk menghindari risiko kerusakan sistem. Komponen kontrol inilah yang punya tugas tersebut.
Dalam komponen kontrol, terdapat beberapa pengendalian yang harus dirancang. Pengendalian ini disusun untuk memastikan bahwa tidak ada hal-hal yang bisa merusak sistem. Kalaupun ada, sistem kontrol harus punya solusi untuk mengurangi dampak kerusakan.
4. Ketika suatu sistem dimodelkan dengan persamaan, nilai yang menggambarkan sistem tersebut disebut parameter . Misalnya, dalam mekanika, massa, dimensi dan bentuk (untuk benda padat), massa jenis dan viskositas (fluida) muncul sebagai parameter dalam persamaan pemodelan gerakan. Seringkali terdapat beberapa pilihan untuk parameter, dan memilih satu set parameter yang sesuai disebut parametrization .
Misalnya, jika seseorang memperkirakan pergerakan suatu objek pada permukaan bola yang jauh lebih besar dari objek (misalnya Bumi), ada dua parameter yang umum digunakan untuk posisinya: koordinat sudut (seperti lintang / bujur), yang rapi mendeskripsikan pergerakan besar di sepanjang lingkaran pada bola , dan jarak arah dari titik yang diketahui (misalnya, "10 km NNW Toronto" atau setara "8 km ke Utara, lalu 6 km ke Barat, dari Toronto"), yang bergerak lebih sederhana untuk pergerakan yang membentuk ke area (yang relatif) kecil, seperti di negara atau wilayah tertentu. Parameter seperti itu juga relevan dengan pemodelan wilayah geografis.
5. Pengertian Manajemen Constraint atau yang lebih dikenal sebagai Theory of Constraint (TOC)merupakan sebuah teori dalam ilmu manajemen bisnis untuk mencapai keuntungan melalui identifikasi terhadap kendala-kendala yang dialami perusahaan dan kemudian mencari solusi untuk mengatasi kendala tersebut.
TOC merupakan filosofi manajemen yang pertamakali diperkenalkan oleh Dr. Elihayu M. Goldratt dalam bukunya “The Goal” tahun 1984. TOC kemudian berkembang menjadi salah satu faktor penting dalam ilmu manajemen.
Tujuan Theory of Constraint atau manajemen constraint (manajemen kendala) adalah untuk mencapai keuntungan perusahaan secara maksimal. Sehingga teori ini dalam kajian manajemen berfokus pada peningkatan laba.Fitur tersebut disebut dengan constraint. Berikut adalah beberapa contoh constraint yang terdapat dalam produk DBMS, yaitu: PRIMARY KEY, FOREIGN KEY, UNIQUE, CHECK, NOT NULL. Tentunya jenis-jenis constraint tersebut dapat berbeda untuk masing-masing DBMS yang ada di pasaran saat ini.
6. Sebagaimana dinyatakan dalam definisi manajemen kendala di atas, untuk menghasilkan manajemen kendala yang optimal, manajer harus fokus pada 3 ukuran kinerja manajemen utama, yaitu:
• Throughput: tingkat kemampuan perusahaan menghasilkan uang melalui pemasaran.
• Persediaan: biaya perusahaan untuk mengkonversi bahan baku menjadi throughput melalui proses produksi.
• Biaya operasional: semua biaya yang harus dikeluarkan untuk mengubah inventaris menjadi throughput.
7. Dalam dunia psikologi, kita mengenal kata “Heuristik” yang berarti menemukan atau mencari. “Menemukan” atau “mencari” di sini berarti usaha untuk menemukan jawaban atau jalan keluar atas suatu pilihan atau masalah.terdapat dua macam heuristik yang dikenal dalam dunia psikologi, yaitu:
1. heuristik keterwakilan (representative heuristic)
2. heuristik ketersediaan (availability heuristic).
Heuristik keterwakilan adalah sebuah strategi dalam melakukan penilaian berdasarkan tingkat kemiripan suatu stimuli atau peristiwa dengan stimuli, peristiwa atau kategori lainnya yang berhubungan dengan stimuli yang dibandingkan.Dengan kata lain, seseorang yang melakukan heuristik keterwakilan berpikir bahwa jika seseorang atau sesuatu memiliki banyak ciri-ciri yang sama dengan suatu kelompok orang atau benda, maka terdapat banyak kemungkinan bahwa seseorang atau sesuatu tersebut adalah bagian dari kelompok tersebut.Heuristik ketersediaan adalah sebuah strategi untuk membuat keputusan berdasarkan kemudahan suatu informasi tertentu muncul dalam pikiran.Hal ini berarti, semakin mudah informasi ditangkap dan diingat, maka semakin besar pengaruhnya bagi seseorang untuk mengambil keputusan.Contoh Heuristik Keterwakilan
1. Apabila ada seseorang yang memakai sorban dan baju putih, berbicara santun dan sering pergi ke masjid untuk memberikan ceramah, tanpa berpikir panjang, masyarakat dengan mudah akan berpikir bahwa orang tersebut adalah ustaz/ kyai.
2. Seorang sekretaris sebuah perusahaan besar yang setiap hari pulang-pergi dengan mobil dan sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri biasa dianggap sebagai orang kaya/ sosialita, walaupun orang-orang yang mengasumsikan hal itu tidak mengenalnya.
3. Masyarakat akan dengan cepat mengasumsikan seseorang sebagai orang jahat/ preman jika orang tersebut adalah laki-laki gondrong yang memakai baju sobek-sobek dan tidak rapi dengan tato di mana-mana.
4. Jika seseorang memiliki pembawaan yang ramah, teratur dan sedikit pemalu kemudian dia memiliki banyak sekali koleksi buku di rumahnya, tanpa menanyakan apa jenis pekerjaannya, masyarakat sekitar biasanya akan langsung menebak bahwa dia adalah seorang pustakawan.contoh Heuristik Ketersediaan
1. Secara logika, manusia memang cenderung mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mudah diingat karena mereka cenderung berpikir bahwa informasi yang mudah diingat pastilah penting sehingga harus menjadi penentu dalam pengambilan keputusan. Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan orang akan membeli suatu produk yang sering mereka lihat dari iklan di televisi. Semakin sering mereka melihat iklan suatu produk, semakin mereka berpikir bahwa produk tersebut pastilah bagus dan pilihan terbaik.
2. Strategi heuristik sering membuat orang yang mempraktikkannya melebih-lebihkan hal yang mungkin terjadi sebagai lanjutan dari informasi tersebut. Misalnya, ketika seseorang sering menonton berita tentang kecelakaan pesawat yang dramatis, seperti tenggelam di laut atau menabrak gunung, maka orang tersebut akan cenderung tidak memilih pesawat untuk mengantarnya bepergian.
3. Jika diteruskan, heuristik ini juga bisa mengarahkan seseorang pada trauma. Contohnya, jika dia sering dicampakan oleh kekasihnya, maka dia mungkin akan memilih untuk tidak memiliki kekasih selamanya.
8. Di antara solusi yang mungkin, terdapat solusi yang dapat meminimalkan atau memaksimalkan fungsi objektif, solusi yang demikian ini disebut sebagai solusi optimal.Contoh nyaB BAYUFURNITURE memproduksi 2 jenis produk yaitu meja dan kursi yang harus diproses melalui perakitan dan finishing. Proses perakitan memiliki 60 jam kerja sedang proses finishing memiliki 48 jam kerja. Untuk menghasilkan satu meja dibutuhkan 4 jam perakitan dan 2 jam finishing, sedangkan satu kursi membutuhkan 2 jam perakitan dan 4 jam finishing. Laba untuk tiap meja $8 dan tiap kursi $6. Sekarang kita harus menentukan kombinasi terbaik dari jumlah meja dan kursi yang harus diproduksi, agar menghasilkan laba maksimal.
9. Pada saat ini perkembangan keilmuan di bidang optimasi perancangan (design optimization) meningkat begitu pesat. Perkembangan ini selaras dengan kompetisi di era globalisasi yang menuntut semua bidang untuk melakukan efesiensi dan optimasi. Pada bidang perancangan, proses optimasi dilakuan dengan tujuan diantaranya adalah untuk mereduksi waktu, biaya, serta meningkatkan kualias dan keakuratan hasil rancangan.Pengurangan waktu, biaya dan peningkatan kualitas rancangan mutlak dilakukan untuk menghasilkan produk yang kompetitif.Robust design atau robust process didefinisikan sebagai kinerja atau hasil yang diharapkan meskipun dalam kondisi yang tidak ideal seperti variasi proses manufaktur ataupun batasan operasi (range of operating situation). Kita dapat menggunakan istilah gangguan atau noise untuk menggambarkan variasi yang tidak terkendali yang dapat mempengaruhi kinerja, dan kita dapat menyatakan kualitas produk seharusnya robust terhadap faktor-faktor gangguan.Robust design adalah aktivitas pengembangan produk untuk menyempurnakan kinerja produk sambil meminimumkan pengaruh gangguan atau noise. Dalam robust design, kita memanfaatkan eksperimen dan analisis data untuk mengidentifikasi robust setpoint untuk perancangan yang dapat dikendalikan.Suatu robust setpoint dapat merupakan kombinasi dari nilai-nilai parameter perancangan untuk mencapai kinerja produk yang diharapkan dalam batasan kondisi operasi dan variasi manufaktur. Secara konseptual, robust design adalah mudah untuk dimengerti .Akan terdapat banyak kombinasi nilai-nilai parameter yang akan menghasilkan kinerja yang diinginkan. Akan tetapi beberapa kombinasi ini lebih sensitif terhadap variasi yang tidak terkendali dibandingkan yang lain. Karena produk pada kenyataannya akan selalu berhadapan dengan berbagai faktor gangguan, maka sebaiknya kita memilih nilai-nilai parameter yang kurang sensitif terhadap variasi yang tidak terkendali. Proses perancangan robust dalam prakteknya menggunakan pendekatan eksperimen untuk memperoleh robust setpoint. Variasi manufaktur akan timbul pada setiap penyetelan (setpoint) yang dipilih, sehingga nilai aktual tidak sesuai dengan yang dispesifikasikan.Sesuai dengan isu umum pengembangan produk, makin awal pertimbangan robust dilakukan dalam proses pengembangan produk, makin baik hasil robus yang diperoleh. Eksperimentasi perancangan robust dapat dilakukan dalam fase pengembangan konsep sebagai cara untuk menyempurnakan spesifikasi dan memantapkan target kinerja yang realistik.Disamping sangat bermanfaat mempertimbangkan robust produk seawal mungkin pada tahap konsep, eksperimen untuk perancangan robust banyak digunakan dalam fase perancangan rinci sebagai cara untuk menjamin kinerja produk yang diharapkan dalam kondisi yang bervariasi. Dalam perancangan rinci, aktivitas perancangan robust juga dikenal sebagai perancangan parameter, karena didalam implikasinya, kita menetapkan setpoint yang tepat untuk parameter perancangan di bawah kendali kita. Parameter ini dapat meliputi ; material produk, dimensi, toleransi, proses manufaktur, dan instruksi operasi.
10. Controllable adalah biaya yang pada tingkat manajemen tertentu atau yang secara langsung dapat dipengaruhi manajer tertentu.
Komentar
Posting Komentar