NAMA: CHRISTINJURUSAN: TEKNIK INDUSTRI S-1
KELAS:MALAM
Jawaban:
(Pertemuan 1.)
DEFINISI DAN RUANG LINGKUP TEKNIK INDUSTRI
Definisi Teknik Industri
Menurut Engineering Council for Professional Development (ECPD) :
Profesi dimana suatu pengetahuan
(Mat & IPA) melalui studi, pengalaman
& praktek diaplikasikan dengan tujuan
untuk mengembangkan cara-cara
mendayagunakan, material dan
kekuatan alam secara ekonomis untuk
kemanfatan bagi manusia.
Aktifitas-aktivitas yg dpt dilakukan disiplin Teknik Industri (menurut American Institute of Industrial Engineering) adalah :
1.Perencanaan dan pemilihan metode kerja dalam proses produksi
2.Pemilihan dan perancangan perkakas kerja serta peralatan yangng dibutuhkan dalam proses produksi
3.Desain fasilitas pabrik, termasuk perencanaan tata letak fasilitas produksi, peralatan pemindahan material.
Perkembangan dan Organisasi yang mendukung berdirinya disiplin teknik Industri :
A.American Society of Mechanical Engineering (ASME).Organisasi ini pertama kali mendiskusikan konsep teknik industri dan merupakan persemaian dari timbulnya konsep teknik industri.
B.Pada thn 1912 berdiri organisasi bernama. The Efficiency Society dan The Society to Promote the Science of Management yang kemudian pada tahun 1915 keduanya bergabung menjadi The
Taylor Society.
C.tahun1917 berdiri Society of Industrial Engineering (SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun para manajer sbg pembanding thd filosofi manajemen umum yang telah dikembangkan olehTaylor.
ILMU DASAR DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI
Ilmu-ilmu operasional yang meliputi :
•Analisis dan perancangan kerja.
•Pengawasan operasi.
•Manajemen operasi tiga kriteria yang harus dilakukan agar aplikasi TI dapat berhasil yaitu :
•Kualitas.
•Waktu.
•Biaya
Ilmu yang termasuk dalam analisis dan
perancangan operasi adalah :
Analisis Perancangan Kerja
Merupakan studi yang mempelajari
secara sistematis seluruh operasi
langsung & tdk langsung untuk
Dalam ME dibahas studi kerja & pengukuran kerja.Studi kerja berkaitan dengan pencarian prosedur pelaksanaan kerja.
Ergonomi (Human factor)
Ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan orang dengan lingkungan kerjanya.Ilmu ini muncul akibat banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam proses kerja yaitu kesalahan dalam perancangan atau prosedur kerja.
Perencanaan dan Perancangan
Fasilitas
Meliputi penentuan/penempatan lokasi fasilitas, tatak letak fasilitas. Tujuan dari perencanaan & perancangan fasilitas adalah untuk mendapatkan biaya yang minimum
Material Handling
Tujuan dari MH adalah untuk membatasi MH, karena MH seringkali menimbulkan biaya yang tidak sedikit.
Riset Operasional
Meliputi penentuan pola-pola distribusi barang, pola-pola jaringan yang efisien dan optimalkan
sistem Produksi
Aktivitas mengolah atau mengatur penggunaan sumber daya (resources) yang ada dlm memproduksi barang/ jasa dengan tujuan efisiensi dan efektifitas dalam proses produksi.
Manajemen
Merupakan karya seni dan ilmu dalam memerintah,mengatur orang dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen sepertiperencanaan,pengorganisasian,dan pengawasan.
Simulasi
Suatu metodologi untuk melakukan percobaan dengan menggunakan model dari sistem nyata.
(Pertemuan 2)
PERANCANGAN & PENGUKURAN WAKTU
analisis perancangan kerja
Tujuan dari method engineering adalah melakukan perbaikan metode kerja disetiap bagian untuk meningkatkan fleksibilitas sistem kerja,kepuasan pelanggan dan meningkatkan produktivitas kerja.
Studi kerja
Perbaikan proses, prosedur dan tata cara
pelaksanaan penyelesaian pekerjaan.
Perbaikan dan penghematan penggunaan material,mesin/fasilitas kerja serta tenaga kerja.
Perbaikan tata ruang kerja yang mampu
memberikan suasana kerja/lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman.
Pendayagunaan usaha manusia dan pengurangan geraka kerja yang tidak perlu
ataupun penyederhanaan kerja. Tujuan penyederhanaan kerja:Mencari cara kerja yang terbaik (lebih mudah, efisien, efektif, dan menghindari pemborosan material, waktu, tenaga dll).
Langkah penyederhanaan kerja :
1.Memilih kegiatan kerja:yaitu kegiatan yang tdk efisien atau kegiatan yang penyelesaiannya lambat dan ingin diperbaiki.
2.Pengumpulan dan pencatatan data/ fakta Yang berkaitan dengan metode kerja yang selama ini dilaksanakan:informasi yang berkaitan dg urutan kegiatan,gerakan kerja, layout dll.
3. Analisa terhadap langkah-langkah kerja. Langkah2 yg tdk efisien dicari sebabnya
pengukuran kerja
1.Suatu aktivitas untuk menentukan waktu rata yang dibutuhkan oleh seorang operator (yg memiliki skill rata-rata dan terlatih) dalam melaksanakan kegiatan kerja dalam kondisi dan tempo kerja yang normal.
2.Kriteria pengukuran kerja adalah pengukuran waktu (time study),yaitu waktu standar atau waktu baku.
Pengukuran waktu :
1. Pengukuran waktu secara langsung :
Pengukuran dengan stop watch Sampling kerja
2. Pengukuran waktu secara tidak langsung Data waktu baku Data waktu gerakan, dll.
(Pertemuan 3)
PERENCANAAN DAN PENGAWASAN OPERASI
Aktivitas utama dalam system produksi adalah perencanaan dan pengawasan operasi.Sistem produksi adalah suatu aktivitas untuk mengatur penggunaan sumber daya yang ada dalam proses pembuatan produk/barang atau jasa yang bermanfaat dengan melakukan optimasi terhadap tujuan perusahaan.
Kegiatan Perencanaan & Pengawasan Operasi:
1.Peramalan,perkiraan atau estimasi tingkat permintaan suatu produk untuk periode yang akan datang berdasarkan data penjualan masa lampau yang dianalisis dengan cara tertentu.
2.Perencanaan Operasi/produksi
• Digunakan untuk mengetahui jumlah barang yang harus diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan persediaan yang ada.
• Merupakan pegangan untuk merancang jadual produksi.
3.Pengawasan dan Perencanaan Persediaan,digunakan untuk mempermudah atau memperlancar jalannya opersi perusahaan yang dilakukan berturut-turut untuk memproduksi barang untuk dipasarkan pada konsumen.
4.Material Requirement Planning
Metode Perencanaan Kebutuhan Material adalah prosedur logis, aturan keputusan dan teknik pencatatan terkomputerisasi yang dirancang untuk menerjemahkan jadwal induk produksi menjadi kebutuhan bersih material untuk semua item komponen produk.
5. Line Balancing,upaya untuk meminimumkan ketidakseimbangan diantara mesin-mesin untuk mendapatkan waktu yang sama di setiap stasiun kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang diinginkan.
6. Konsep Just In Time,memproduksi output yang diperlukan, pada waktu dibutuhkan, dalam jumlah sesuai kebutuhan. Pada setiap tahap proses dalam system produksi. Dengan cara yang paling ekonomis dan efisien.
(Pertemuan 4)
Perencenaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas
Perencanaan Fasilitas :
- Perancangan dari fasilitas-fasilitas industri yang akan dibangun, dengan tujuan menempatkan pabrik yang sesuai dari segi biaya dan keuntungan.
Dua hal pokok dalam Perancangan Fasilitas :
- Perancangan lokasi pabrik
- Perancangan fasilitas produksi
Penentuan Lokasi Pabrik/Fasilitas :
Lokasi pabrik yang ideal adalah terletak pada tempat yang akan mampu memberikan total biaya dari proses produksi dan distribusi yang rendah serta harga dan volume penjualan produk yang mampu memberikan keuntungan yang maksimal.Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan lokasi pabrik :
1. Market location
2. Raw material location
3. Transportation
4. Power
5.climate
6.labor & wage salary
7.law & taxation
8.water & waste
Model-model Analisa Lokasi Fasilitas
Cara yang dapat dipergunakan untuk menganalisis danmengambil keputusan untuk memilih lokasi pabrik/perusahaan.
Macam Tipe Tata Letak Fasilitas
Tata Letak Produk
(Product Lay Out = Aliran produk).
Tata Letak Proses
(Process Lay Out = Aliran proses).
Tata Letak Posisi Tetap
(Fixed Position Lay Out).
Tata Letak Kelompok Produk
(Product Famili/Group Teknologi)
Tata Letak Produk :
-Semua fasilitas produksi ditempatkan dalam satu departemen khusus.
-Diaplikasikan untuk industri skala besar dan proses produksinya berlangsung secara kontinyu.
-Industri Gula, semen, kertas, perakitan (mobil, elektronik).
Pertimbangan atas dasar Tata Letak Produk :
1. Produk yang dibuat hanya satu atau beberapa produk standar.
2. Produk dibuat dalam jumlah besar untuk jangka waktu relatif lama.
3. Keseimbangan lintasan produksi lebih baik.
(Pertemuan 5)
PERENCANAAN TATA LETAK PABRIK
Definisi Pabrik
Pabrik/Industri setiap tempat dimana faktor-faktor seperti : manusia,mesin dan peralatan ,produksi kainnya,material, energi, uang,informasi dan sumber daya alam,dikelola bersama-sama dalam suatu sistem produksi guna menghasilkan suatu produk/jasa secara efektif,efisien dan aman.
Definisi Tata letak Pabrik
Merupakan kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan fasilitas fisik untuk meningkatkan efisiensi peralatan, material,orang dan energi, sedangkan perancangan fasilitas merupakan perancangan yang meliputi lokasi pabrik dan bangunan,tata letak dan penanganan material
Definisi Rancang Fasilitas(1)
Merupakan perancangan yang meliputi lokasi pabrik dan bangunan,tata letak dan penanganan material Sehingga perancangan tata letak pabrik
merupakan bagian dari kegiatan perencanaan fasilitas pabrik
Definisi Rancang Fasilitas(2)
menganalisis, membentuk konsep, merancang,dan mewujudkan sistem bagi pembuatan barang atau jasa Merupakan susunan fasilitas fisik untuk mengoptimalkan hubungan antara petugas pelaksana,aliran barang, aliran informasi,dan tata cara yang
diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara sangkil, ekonomis dan aman
Tujuan secara keseluruhan kegiatan
rancang fasilitas membawa masukan (bahan, pasokan, dll) melalui setiap fasilitas dalam waktu tersingkat yang memungkinkan, dengan biaya yang wajar.
Tata Letak Yang Baik(1)
Keterkaitan kegiatan yang terencana
Pola aliran barang terencana
Aliran yang lurus
Langkah balik yang minimum
Jalur aliran tambahan
Gang yang lurus
Pemindahan antar operasi minimum
Tata Letak Yang Baik(2)
Jarak pemindahan minimum
Pemrosesan digabung dengan pemindahan bahan
Operasi pertama dekat dengan penerimaan
Operasi terakhir dekat dengan pengiriman
Pemakaian seluruh lantai pabrik maksimum
Sesedikit mungkin pemindahan barang
Pemindahan ulang minimum
Pemindahan barang oleh buruh langsung sesedikit mungkin
(Pertemuan 6)-KUIS
(pertemuan 7)-UTS
(pertemuan 8)
PERENCANAAN PERUSAHAAN
aspek perencanaan perusahaan
•Potensi bisnis(business prospective)
•Portofolio bisnis dan siklus hidup produk-aspek pertumbuhan bisnis
•Analisa SWOT→aspek faktor internal dan eksternal
•Personalia bisa dipercaya (trustable)
•Kemampuan teknis, konseptual dan humanis dari manajer → aspek manajerial perusahaan
•Kemampuan teknis, problem solving dan kerja sama dari operator dan staf lainnya→ aspek operasional perusahaan
ASPEK PERENCANAAN PERUSAHAAN
•Produk dapat dipasarkan (marketable)
•Diterima konsumen → aspek kualitas dan aspek biaya
•Diterima masyarakat → aspek hukum (termasuk norma) dan aspek lingkungan
•Produk mampu diproduksi (producible)
•Disanggupi bagian produksi dan logistik → aspek proses produksi dan kapabilitasnya
•Disanggupi bagian pengadaan dan pemasok →aspek material dan komponen
ASPEK PERANCANGAN PRODUK
•Sanggup terbiayai (affordable)
•Selaras dengan pemodalan → aspek modal investasi dan aspek pinjaman
•Menjamin keberlanjutan → aspek perputaran aliran finansial dan aspek cadangan finansial
•Menguntungkan (profitable)
•Pengembalian modal → aspek break event point dan aspek payback period
•Menguntungkan stake holder → aspek margin keuntungan (bagi pemilik usaha atau investor) dan aspek insentif (bagi manajemen dan pekerja)
KELAYAKAN BISNIS (business viability)
•Platform dan spektrum kompetensi perusahaan,termasuk kedewasaan dan kapabilitasnya.
•Analisa BCG portfolio dan siklus hidup produk untuk mengevaluasi pertumbuhan bisnis.
•Analisa SWOT untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal dan keterkaitannya dalam persaingan.
•Analisa Porter’s five forces untuk mengevaluasi struktur pasar, lingkungan mikro dan situasi persaingan.
•Analisa PEST untuk mengevaluasi lingkungan makro.
•Pernyataan visi dan misi yang didukung dengan perencanaan strategis yang relevan dan feasible.
KELAYAKAN MANAJEMEN (managementviability)
•Kemampuan manajerial pihak manajemen (white collar) yang didukung kemampuan operasional pihak pekerja (blue collar).
•Pembagian kerja dengan deskripsi kerjanya,didukung pengorganisasian yang merefleksikan total keterlibatan semua pihak dan kerja sama terpadu.
•Pendidikan, pelatihan, pengalaman dan profesionalisme membentuk kompetensi pribadi,serta didukung soft-skill terutama kejujuran.
•Personal yang telah dikenal publik atau mempunyai rekomendasi dari orang lain yang telah dikenal publik, akan cenderung lebih dipercaya daripada personal yang baru pemula atau pemain baru.
KELAYAKAN PASAR (market viability)
•Proses segmentation-targeting-positioning
•Riset pasar untuk menggali keinginan konsumen,karakteristik konsumen dan perilaku konsumen dari pasar potensial yang menjadi target.
•Riset pasar untuk memproyeksikan potensi pasar termasuk daya beli dan pola konsumsinya.
•Strategi pemasaran sesuai dengan struktur pasar,situasi persaingan, lingkungan pemasaran mikro-
makro, dan siklus hidup produk.
•Strategi pemasaran diterjemahkan secara taktis dalam bauran pemasaran.
KELAYAKAN TEKNIS (technical viability)
•Deskripsi produk dengan spesifikasi yang jelas.
•Urutan proses yang relevan dan runtut.
•Tata letak fasilitas yang menunjang proses fabrikasi.
•Material, energi dan sumber daya lain tersedia.
•Kapabilitas dan keandalan sumber daya pemroses mengendalikan dan menjamin efisiensi proses dan kualitas produk.
•Perencanaan kapasitas produksi dan pengendalian persediaan sesuai dengan proyeksi permintaan dengan service level yang baik.
KELAYAKAN EKONOMIS DAN FINANSIAL
(economic & financial viability)
•Keberlanjutan pendanaan memungkinkan pembiayaan hingga produksi impas (break event point) atau saat pengembalian modal (payback period).Di mana sesuai product lifecycle, biaya besar diperlukan di awal untuk investasi, desain, pengenalan dan promosi.
•Lama waktu yang diperlukan hingga pengembalian modal dengan analisa break event point atau payback period.
•Analisa margin keuntungan dibandingkan harga pokok.Serta analisa Benefit Cost Ratio.
•Evaluasi kelayakan ekonomi jangka panjang dengan analisa ekonomi teknik.
(Pertemuan 9)
PERENCANAAN RANTAI PASOK
aspek perencanaan rantai pasok
•Mendukung keunggulan bersaing
•Tantangan persaingan tanpa batas dalam globalisasi.
• Selaras dengan strategi masing-masing channel,dan menjamin business sustainability.
• Setiap channel berfokus spesialisasi pada core competency-nya dan saling melengkapi.
• Memangkas lead time sekaligus meningkatkan service level.
•Hubungan saling menguntungkan
• Menekan system wide costs, untuk menunjang cost leadership.
• Memaksimalkan total supply chain surplus.
aspek perencanaan rantai pasok
•Integrasi Supplier-Producer Customer
•Lingkup integrasi backward integration ke supplier
•Lingkup integrasi forward integration ke customer
•Intermediaries yang menunjang.
•Kemitraan Strategis
•Strategi integrasi : Konglomerasi, merger-akuisisi, long-term partnership, short-term partnership
•Fokus integrasi : producer centric atau consumer centric
•Pemilihan dan evaluasi channel
kelayakan bisnis (business viability)
•Strategi menjadi rangka bangun untuk membentuk keunggulan organisasi melalui struktur sumber daya dalam mengatasi tantangan lingkungan, menangani kebutuhan pasar dan memenuhi harapan pemangku kepentingan (stakeholder).
•Strategi bersaing relatif terhadap pesaing, sebagai sekumpulan kebutuhan konsumen yang ingin dipenuhi untuk memberikan kepuasan melalui produk dan layanan. Ditentukan berdasarkan perilaku konsumen dalam menentukan skala prioritas memilih produk, mulai dari harga, waktu,kualitas dan variasi pilihan
kelayakan ekonomi (economic viability)
•Keberhasilan supply chain management memerlukan keputusan dalam aliran informasi,material dan pendanaan yang meliputi tiga fase keputusan, yaitu:
•Supply chain strategy or design
• Supply chain planning
• Supply chain operation
•Setiap keputusan harus dibuat dengan tujuan untuk efisiensi dalam system wide costs dan meningkatkan overall supply chain surplus.
kelayakan teknis (technical viability)
•Kesesuaian Strategis:
• Konsistensi antara prioritas konsumen dalam strategi bersaing dengan kapabilitas supply chain yang terspesifikasi pada strategi supply chain
•Strategi bersaing dan strategi supply chain memiliki tujuan yang sama
•Perusahaan mungkin gagal karena kurang kesesuaian strategis atau karena proses dan sumber daya tidak mendukung kapabilitas untuk mengeksekusi strategi yang diharapkan
(Pertemuan 10)
KEILMUAN MATEMATIKA,
STATISTIKA DAN KOMPUTER
BAGI TEKNIK INDUSTRI
teknik industri
berkaitan dengan desain,peningkatan,dan
pemasangan sistem terintegrasi manusia, bahan,informasi,energi,dan peralatan.Itu menarik atas pengetahuan dan keterampilan khusus dalam ilmu matematika, fisika dan sosial bersama dengan prinsip dan metode analisis teknik dan desain untuk menentukan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang akan diperoleh dari itu sistem
(Pertemuan 11)
OPTIMASI DAN HEURISTIK
DALAM PENDEKATAN SISTEM
Definisi sistem
suatu kesatuan yang terdiri dari sekumpulan elemen-elemen (entitas atau subsistem) yang saling berinteraksi (selaras atau bertolak belakang, bergabung atau terurai) secara simultan dan terpadu untuk mewujudkan tujuan tertentu dengan mendapatkan masukan dan menghasilkan keluaran pada lingkungan di luar batasan sistem.
definisi model
Suatu representasi atau formalisasi suatu sistem nyata dalam bahasa, simbol atau bentuk tertentu yang mewakili karakteristik dan perilaku sistem sesuai sudut pandang dan dasar pengetahuan pemodel dalam tujuan mempelajari sistem
prinsip pemodelan
•Elaborasi
Model dikembangkan mulai dari yang sederhana dan kemudian secara bertahap dielaborasi hingga diperoleh model yang lebih representatif. Penggunaan asumsi dalam model harus memenuhi persyaratan konsistensi,independensi, ekuivalensi dan relevansi.
•Iteratif
Mengembangkan model tidak dapat dilakukan secara mekanistik dan linear. Melainkan dilakukan pengembangan melalui pengulangan dan peninjauan ulang secara iteratif. Proses iteratif diawali dari model awal berdasarkan dugaan atau hipotesa, kemudian dikembangkan
secara bertahap, hingga dicapai tingkat
kompleksitas representatif yang diharapkan.
•Sinektik
Mengembangkan model dapat dilakukan secara sinektik, yaitu metode pendekatan sistem dengan menganalogkan permasalahan yang ada. Dengan
begitu model lebih mudah dikenal dan dipahami,karena mengadopsi dari prinsip-prinsip, hukum,teori, aksioma dan dalil yang sudah ada dan memiliki kemiripan identik.
optimal dan suboptimal
• Optimal (global optimum) adalah solusi terbaik yang terindikasi dengan nilai tertinggi (maksimum) atau terrendah
(minimum) dari suatu ukuran (measure, variable, state,performance, atau indicator) yang menjadi fokus perhatian
dalam mempelajari sistem
• Suboptimal (local optimum) adalah solusi yang sudah relatif baik (dapat diterima) dalam batasan kondisi tertentu (tidak selalu solusi yang terbaik) yang terindikasi dengan nilai tinggi (lebih efektif) atau nilai rendah (lebih efisien) dan memenuhi kendala yang ada, serta menunjukkan gap perbaikan dibandingkan solusi sebelumnya.
algoritma
• Algoritma merupakan urutan langkah logika pemikiran detail
yang diperlukan untuk memecahkan masalah.
optimasi
• Optimasi (optimization) adalah proses pencarian solusi terbaik dari sekumpulan alternatif solusi yang mungkin dengan berdasarkan satu atau beberapa kriteria.
aproksimasi
• Aproksimasi (approximation) adalah proses pendekatan pencarian solusi terbaik dengan pendugaan solusi (relatif
sekitar solusi terbaik) yang mempunyai bias atau penyimpangan terhadap solusi terbaik memenuhi derajat kesalahan dan tingkat kepercayaan tertentu.
heuristik
• Heuristik (heuristic) adalah proses pendekatan pencarian solusi terbaik menggunakan experience-based techniques dalam memecahkan, mempelajari dan menggali masalah
untuk menemukan solusi yang tidak dapat dijamin sebagai solusi optimal, tetapi relatif baik sesuai tujuan yang
ditentukan.
Komentar
Posting Komentar